Posted on

Batik Spirit of Indonesia

Inilah wajah baru indonesia dengan segala euphoria yang muncul di tengah dinamika kehidupan masyarakatnya yang beraneka ragam latar belakang, telah kita ketahui pula militansi orang-orang Indonesia jika hak dan kedudukannya di goyang oleh orang lain, nampaknya hal itu pula yang kemudian memicu terjadinya gerakan ganyang Malaysia pasca claim Malaysia mengenai batik, dan beberapa ragam kebudayaan yang di miliki Indonesia akhir-akhir ini.

Hal itu yang kemudian menarik perhatian saya secara pribadi untuk melakukan penelusuran dan penelitian secara objektif terkait perihal ini,alhasil saya dan beberapa kawan menemukan kesalahan fatal yang di lakukan oleh pemerintah Indonesia dalam hal ini, jadi saya cenderung tidak menyalahkan posisi Malaysia dalam hal ini meskipun dalam urusan etika diplomatis banyak sekali catatan kotor Malaysia mengenai hubungan bilateral dengan Indonesia. Tapi itu bukan tanggung jawab kita, selama kita mampu melakukan tindakan-tindakan bijaksana sesuai hukum yang berlaku,yang kemudian menjadi catatan pribadi saya adalah mengenai ketegasan pemerintah Indonesia yang seakan-akan tidak memiliki gigi lagi,oke kita kembali pembicaraan utama kita,yaitu mengenai eksistensi kebudayaan bangsa kita. semangat mempertahankan batik sebagai karakter budaya bangsa, sehingga pemerintah membuat pengajuan dan pengaduan kepada PBB dalam hal ini UNESCO,sehingga sah secara resmi batik telah di akui oleh dunia sebagai karakter kebudayaan bangsa Indonesia.

sebagian besar dari masyarakat Indonesia menyambut dengan gembira dan penuh kesyukuran seakan mendapatkan pengakuan kemerdekaan. seperti kita ketahui bersama kampanye pelestarian batik sudah sangat di eluh-eluh dan di gembor-gemborkan oleh pihak instansi atau pihak pribadi.sebagian masyarakat yang lain tetap acuh tak acuh(cuek) dengan gaya hidup pop artnya lebih bangga dengan gaya hidup yang kebarat-baratan, lalu merka yang kebarat-baratan ini menjadi tanggung jawab siapa???ketika di masa yang akan datang kita mendapat masalah serupa???siapa yang patut di salahkan???

Ini yang kemudian harus menjadi perhatian kita semua sebagai masyarakat yang beadab dan bertanggung jawab kebangsaan. Seharusnya pemerintah dalam hal ini Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata bukan hanya mengkampanyekan pemakaian batik kepada masyarakatnya, melainkan bagaimana batik ini menjadi semngat kebangsaan yang mengakar bagi masyarakatnya, bukan kemudian batik di desain sedemikian rupa lebih modern dengan gaya-gaya modern yang kebarat-baratan,itu ibarat kita mencuci mobil dengan air selokan.kampanye bagaimana batik tetap menjadi sebagaimana mestinya seperti para leluhur kita mengamalkan batik dalam kehidupan keseharian mereka.bukan sekedar komoditas pelengkap kebutuhan industri fashion belaka.

batik tetaplah batik,semangat kebangsaan tetaplah menjadi semangat yang tak boleh padam hingga ke anak-cucu kita,bukan sekedar euphoria semu semata,kini mari kita galakkan agar spirit batik tetap mengakar di seluruh lapisan dan generasi bangsa kita. kemudian tidak berhenti sampai di situ saja,banyak sekali hasil kebudayaan bangsa kita yang harus di kampanyekan dengan serius oleh seluru lapisan masyarakat Indonesia.

wallahu’alam bisshowab…

-Taufik iLham-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s