Posted on

ketika embun menitik di kening (sebuah memoar terindah dalam hidup saya)

Kamu pernah melihat fajar?
Kamu pernah melihat fajar sambil berhenti dan terdiam?
Hampir tiap hari aku bangun dikala fajar..
Setiap hari saya melihatnya dan setiap hari juga saya tergugah oleh betapa indahnya ciptaan Yang Maha Kuasa..

Fajar memecah langit menyeruak di antara awan-awan yang merengkuh malam..
Lampu malam kota Jakarta masih bersinar..
Semua masih bermimpi kecuali pedagang yang ditemani obor di pasarmencari rizki..
Angin luar biasa sejuk berhembus, membangunkan pohon-pohon yang terlihat kecil di pundak gunung..
Seakan angin berkata, “Selamat pagi, mari kita bermain lagi, mari kita hidupkan dunia ini.”

Terbit matahari mengintip dari celah gunung seperti anak kecil yang mengintip ayahnya dari bilik bambu, bekerja di sawah..
Sinar lembutnya membelai lembah dan merasuk ke jendela-jendela rumah sambil dia bergerak..
Matahari kecil itu berkata, “Akulah kehidupanmu, Akulah sinarmu. Bangunlah, karena aku telah terbangun.”
Mereka terbangun..
Lampu itu satu per satu mati, orang-orang yang terlihat kecil berjalan keluar rumah menyambut sang matahari kecil dengan kehidupan..
Pergi ke pasar dan memberi rizki pada pedagang..

Pepohonan yang dibangunkan angin menghembus kabut yang berlari menjauhi matahari..
Dia tidak menyukai matahari!
“Jangan sinari kami, kami akan menghilang!”
“Dan kalian akan datang lagi esok pagi,” ujar sang matahari kecil
Kabut berlari menuruni lembah dan menghilang menjadi embun pagi..
Menitik di kening orang yang terduduk di pagi hari, berselimut di teras menyaksikan semua itu..

Entah kenapa, bagi saya itulah bagian terbaik dari saya..

Disaat itu..
Ketika embun menitik di kening..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s